Alamat blog baru Tokopedia

March 11, 2012

Hi semuanya, mau informasi saja alamat blog kami telah pindah ke alamat baru di http://blog.tokopedia.com

Dengan demikian blog kami di wordpress sudah tidak kami update. Untuk informasi terbaru silakan kunjungi situs blog baru kami tersebut.

Racikan Sukses Ala Christine

August 2, 2010

Di edisi ulang tahun kali ini, kami menghadirkan sosok yang mungkin tidak asing lagi di kalangan pencinta koleksi miniatur dan mainan Tomica, khususnya di Tokopedia.

Ya, dialah Christine, dengan tokonya, Tomica Shop yang selalu menghiasi jajaran atas halaman pertama daftar toko di Tokopedia.

Sebelumnya wanita dengan hobi memasak ini memiliki kios sendiri di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta. Namun pada akhirnya beliau mengalihkan bisnisnya tersebut secara online, dan di luar dugaan, kesuksesannya pun justru dimulai dari sini. Hal ini pun dibuktikannya dengan prestasinya menjual lebih dari 6 ribu produk semenjak bergabung dengan Tokopedia akhir tahun lalu, yang menjadikannya salah satu penjual terlaris. Tidak hanya itu, Christine bahkan berhasil membangun dan mengatur sebuah toko lagi di Tokopedia, yakni Tokohobi yang juga memiliki tanggapan yang cukup baik.

Mungkin tidak banyak yang dapat menyangka bahwa kesuksesannya ini hanya berawal-mula dari keisengan semata. Lalu bagaimana keberuntungan dapat menghampiri wanita kelahiran Lampung, 25 Maret ini? Simak penuturannya berikut.

Christine, pemilik Tomica Shop

Bagaimana perasaan dan tanggapan Anda sebagai salah satu penjual terlaris di Tokopedia?

Senang tentunya, sekaligus tidak menduga, oleh karena banyak penjual di tokopedia yang produk-produknya cukup menarik.

Bagaimana kiat Anda dalam menjalani bisnis ini hingga tetap digandrungi pelanggan, serta harapan untuk toko Anda pribadi di masa mendatang?

Kiat saya adalah dengan memiliki komitmen untuk tetap menjaga kepuasan pelanggan melalui kelengkapan produk Tomica yang kami miliki, dengan kualitas kemasan dan isi yang baik dan harga yang kompetitif.

Harapan saya untuk Tomica Shop adalah menjadikannya sebagai media berjualan Tomica terlengkap di Indonesia. Tak lama lagi saya juga akan mencoba menambahkan beberapa produk Tomica yang hanya beredar di Jepang. Semoga hal ini dapat memuaskan pelanggan dan kolektor Tomica.

Bisa tolong diceritakan awal mula ketertarikan Anda pada produk Tomica?

Dari sekedar iseng karena modelnya yang lucu, kebetulan ada beberapa teman yang memiliki hobi yang sama. Lalu saya mulai mencoba mengoleksi beberapa buah, yang kemudian berkembang menjadi hobi, hingga pada akhirnya saya mengembangkannya lagi menjadi bisnis hingga sekarang.

Apakah Anda memiliki profesi lain, selain berkonsentrasi pada produk Tomica ini?

Saya membantu saudara saya di bidang tekstil, namun konsentrasi saya tetap Tomica Shop di Tokopedia.

Bagaimana Anda mengenal Tokopedia?

Diperkenalkan oleh seorang teman, dan hasilnya sungguh di luar dugaan.

Apakah Anda memiliki pengalaman berjualan secara online di tempat lain sebelumnya?

Saya memiliki lapak online di sebuah forum terkemuka hingga saat ini. Namun saya selalu menyarankan untuk bertransaksi di Tokopedia karena lebih sistematis dan dapat mencegah sejumlah error, seperti kesalahan pengiriman.

Apa Kelebihan Tokopedia di bandingkan dengan tempat berjualan online tersebut?

Lebih aman karena memiliki rekening bersama, lebih praktis dengan fasilitas tracking pengiriman, dan juga lebih fleksibel karena tidak membatasi jumlah produk dan dapat memuat foto lebih banyak.

Bisa dibagikan sejumlah tips untuk sesama penjual online?

Yang paling penting adalah komunikasi dan pelayanan yang baik dengan calon pembeli. Foto dan keterangan produk yang jelas dan menarik juga akan sangat membantu.

Sehubungan dengan ulang tahun Tokopedia yang pertama, apakah saran dan harapan Anda untuk kami di masa mendatang?

Saya berterima kasih kepada Tokopedia yang telah memberikan sarana berjualan online yang cukup sukses. Apabila di kemudian hari Tokopedia memberlakukan sistem berbayar, kami sarankan agar harga yang dikenakan cukup terjangkau.

Selain itu, untuk sistem pengiriman, seringkali terjadi kesalahpahaman antara pembeli dan penjual. Meskipun penjual telah berupaya mengirimkan pesanan tepat waktu, terkadang masalah keterlambatan dan timeout sistem tracking lebih disebabkan oleh JNE, dan pembeli tidak mengetahuinya, sehingga pada akhirnya penjual mendapatkan rating yang kurang baik. Semoga Tokopedia dapat menemukan solusi untuk hal ini.


Christine adalah pemilik dari Tomica Shop, salah satu toko online di Tokopedia yang khusus menjual Tomica.

Interview ini dilakukan oleh: David Harnadi.

Ihsan: Yang Unik dari Bapak Rumah Tangga

July 1, 2010

Di era modern ini, ‘profesi’ bapak rumah tangga bisa menghasilkan sesuatu yang sangat membanggakan. Seperti halnya ibu rumah tangga, banyaknya waktu luang yang dimiliki secara tak langsung memotivasi individu di dalamnya untuk mengasah kreativitas dan menciptakan berbagai profesi unik yang dapat dijalankan kapanpun dan di manapun.

Seperti yang dilakoni Ihsan melalui bisnis online miliknya yang menjajakan produk-produk unik. Pria yang sebelumnya menekuni bidang usaha traveling dan MLM ini pada akhirnya menemukan jalan suksesnya sendiri melalui toko online miliknya, yang kemudian mengantarkannya pada jajaran penjual terlaris di Tokopedia. Tidak perlu repot-repot kesana-kemari, Ihsan hanya perlu memantau usahanya tersebut melalui sebuah komputer dan koneksi internet di rumah, sembari menyempatkan diri untuk mengantar istri ke kantor dan berolah raga selama 1 jam setiap hari. Bahkan usahanya tersebut mampu menghasilkan omzet hingga belasan juta rupiah per bulannya.

Ingin mengikuti langkah sukses Ihsan? Semoga wawancara singkat berikut dapat menginspirasi Anda.

Nur Ihsan Marjani, pemilik YangUnik

Bisa diceritakan sedikit, sepak terjang Anda di bidang travel dan MLM sebelum akhirnya terjun di bidang bisnis online?

Saya bekerja sebagai salah satu ticketing staff di sebuah agen pada tahun 2001-2004. Untuk mencoba peruntungan setelah itu kami membuka agen travel sendiri sebagai sub-agen dari beberapa agen besar. Namun pada akhirnya usaha tersebut harus ditutup oleh karena tidak dapat menyanggupi permintaan para pelanggan yang semakin kompleks. Kemudian saya mencoba ikut sebuah perusahaan MLM, dan lagi-lagi harus jalan di tempat oleh karena keterbatasan kemampuan komunikasi dan interaksi yang saya miliki.

Apa yang membuat Anda beralih pada bisnis online?

Karena keterbatasan dan berbagai rintangan itulah, akhirnya saya mengalihkan produk-produk MLM tersebut ke dalam usaha online, yang pada akhirnya bisnis itu sendiri beralih juga menjadi usaha produk-produk unik, berkat respon positif para pelanggan.

Apa kendala terbesar Anda selama berjualan online? Bagaimana solusinya?

Masih banyak calon pelanggan yang awam dan kurang percaya dengan transaksi online, dikarenakan banyaknya kejahatan online yang sering terjadi. Solusi yang dapat diberikan adalah, penjelasan semampu saya, mengenai keberadaan Tokopedia sebagai mediator transaksi, sehingga pelanggan pun kemudian yakin untuk melakukan transaksi secara online.

Bisa diceritakan awal-mula ketertarikan Anda pada produk-produk unik yang jarang tersedia di pasaran ini?

Awalnya saya adalah penggemar berbagai macam alat pengintai seperti teropong. Kesulitan memperoleh produk-produk semacam itu di pusat-pusat perbelanjaan pada akhirnya mempertemukan saya dengan seorang teman yang bersedia memasok produk teropong dengan minimum pembelian 12 buah. Sisa pembelian yang tidak terpakai pun akhirnya saya coba pasarkan dengan memajangnya di etalase Tokopedia yang pada awalnya hanya diperuntukkan bagi produk-produk MLM. Oleh karena respon pelanggan yang cukup baik, hingga kini produk-produk unik tersebut menjadi penghuni tetap di Tokopedia, berikut produk-produk baru sejenis yang turut didatangkan rekan saya tersebut.

Dari semua produk yang dijual, apa produk best-selling Anda?

Teropong 8×21 dan kacamata motor bening.

Bagaimana perasaan dan tanggapan Anda sebagai salah satu penjual terlaris di Tokopedia?

Bangga dan senang, sekaligus heran dan kagum dengan Tokopedia. Sebelumnya saya hanya berniat untuk menyimpan gambar-gambar produk saya, namun pada akhirnya respon para pelanggan Tokopedia sangat luar biasa.

Apa yang membuat Anda yakin akan kepercayaan pembeli pada produk-produk seperti ini? Apa jaminan yang Anda berikan kepada para pelanggan?

Saya selalu mencoba produk terlebih dahulu sebelum melakukan pengiriman. Selain itu saya juga memberikan garansi selama 3 hari setelah produk diterima, yakni berupa penggantian produk apabila terdapat kerusakan.

Bagaimana Anda mengenal Tokopedia?

Saya bertemu dengan salah seorang penjual anggota Tokopedia pada saat melakukan pengiriman produk di salah satu agen pengiriman. Beliau membimbing dan mengajari saya dalam berjualan di Tokopedia.

Apakah Anda telah memiliki pengalaman berjualan secara online di tempat lain sebelumnya?

Ya, di beberapa forum online.

Apa kelebihan Tokopedia dibandingkan dengan tempat berjualan online tersebut?

Tokopedia mampu memberikan rasa aman dan nyaman untuk setiap penjual dan pembeli. Penjual tidak perlu direpotkan oleh beberapa pembeli yang tidak serius dengan terlalu sering menawar harga, oleh karena system harga pas yang diterapkan Tokopedia, layaknya mal di dunia nyata.

Tips tertentu untuk sesama penjual online?

Mungkin yang biasa saya lakukan ini dapat diterapkan. Perbanyak mempromosikan link Tokopedia Anda di manapun, baik di media gratis maupun berbayar. Manfaatkan juga fitur “dink it” yang tersedia 1 jam sekali, dan senantiasa gunakan “add new friend’ untuk meningkatkan flow pengunjung toko Anda.

Nur Ihsan Marjani adalah pemilik dari YangUnik, salah satu toko online di Tokopedia yang khusus menjual barang-barang unik.

Interview ini dilakukan oleh: Sophie & David Harnadi.
Dan dirangkum oleh: David Harnadi

Nanda: Bisnis Online yang Menjembatani Karir dan Keluarga

June 3, 2010

Di era globalisasi seperti sekarang ini, wanita masih saja dituntut untuk memilih antara karir dan keluarga. Tak jarang banyak di antara mereka yang pada akhirnya dengan berat hati mengorbankan salah satunya demi kepentingan bersama.

Namun hal itu sepertinya tidak berlaku bagi Nanda Esalawati Lifantri. Melalui buku yang ditulisnya dengan judul Queen of the House: How to Build Your Own Business while Keeping a Family Together, perempuan kelahiran 3 Agustus 1985 itu dengan percaya diri menjelaskan bahwa karir dan keluarga dapat dijalankan secara bersamaan.

Hal itupun dibuktikannya sendiri melalui bisnis online yang telah dijalankannya cukup lama. Hingga saat ini, lulusan Sastra Rusia tersebut telah berhasil menjadi salah satu penjual terlaris di Tokopedia.com dengan tokonya yang dinamakan AFFORDABLE Boutique. Kehidupan rumah tangganya pun makin berwarna dengan penantian anak keduanya. Tidak hanya itu, wanita super ini pun masih dapat menyempatkan diri untuk melanjutkan kuliahnya di Magister Pendidikan.

Melalui wawancara tertulis berikut, simak perjalanan hidupnya, berikut kiprahnya dalam dunia penulisan dan bisnis online.

Nanda Eslawati Lifantri, pemilik AFFORDABLE - Butik Murah

Bisa dijelaskan sedikit, latar belakang kehidupan Anda, yang pada akhirnya membentuk Anda menjadi sosok tangguh seperti sekarang ini?

Saya dibesarkan oleh kedua orang tua yang berprofesi sebagai penerbang. Sebagian besar dari Anda mungkin tidak seberuntung saya yang justru awam dengan konsep feminisme & the glass-ceiling concept of women. Hal tersebut dikarenakan bahwa ketika dibesarkan oleh seorang Pilot Mom, sebagai perempuan saya dibesarkan dengan pemikiran as a woman, I can do anything AND everything!

Pemikiran itulah yang kemudian saya tuangkan dalam buku saya. Kebetulan masa perkuliahan saya di Sastra Rusia cukup dapat mengasah kemampuan menulis saya tersebut. Di dalam buku tersebut saya mencoba untuk menjembatani antara mitos yang berlaku bahwa perempuan yang sudah menikah WAJIB memilih antara karier dan rumahtangganya.

Lalu bagaimana dengan perjalanan Anda dalam dunia bisnis online hingga pada akhirnya bergabung dengan Tokopedia?

Saat peluncuran buku saya tersebut, saya menerima banyak sekali pertanyaan seputar bisnis yang dapat dikembangkan oleh para Ibu rumah tangga, beserta pelbagai permasalahannya. Pada saat itu, salah satu peserta menanyakan perihal tips berjualan online. Sesuai dengan keadaan saat itu, pada akhirnya, saya menyarankan penggunaan PayPal untuk sementara waktu sebagai sarana terjamin. Namun saya cukup kecewa, karena harus diakui bahwa pertanyaan tersebut merupakan permasalahan nyata yang belum terjawab dengan tuntas. Hal tersebut disadari ataupun tidak, menjadi momok bagi setiap penjual online.

Pada akhirnya, saya melihat iklan di sebuah situs jejaring sosial mengenai Tokopedia. Setelah mempelajari sistemnya, kegundahan itu pun terjawab juga.

Apa profesi Anda selain bisnis online yang Anda jalankan?

Saya adalah seorang istri dan Ibu yang bekerja dan belajar. Kami mempunyai satu orang putra 1,5 tahun yang sudah mulai membandel. Selain itu, kami juga sedang menantikan kelahihan putra/i ke-2 kami. Rumah kami dapat dikatakan merangkap sebagai kantor, karena kami membuka usaha di bidang Travel sekaligus gudang sementara bagi AFFORDABLE Boutique sebelum pindah ke lokasi barunya. Pada hari Sabtu, saya juga melanjutkan kuliah saya di Magister Pendidikan.

Bagaimana dukungan dari lingkungan sekitar Anda, termasuk keluarga?

Oh, My God! Praise The Lord! I will NOT find any better husband than him! Suami saya sangat mendukung saya untuk selalu mengaktualisasi diri di dalam hal bisnis dan pendidikan. Walaupun memang beberapa kali dia merayu saya untuk menambah staf, mengingat kondisi saya yang sedang hamil. Lain halnya dengan putra kami, dia selalu antusias untuk mengacak-acak gudang kami terutama plastic bubbles pembungkus paket dan isolasi.

Apa yang menginspirasikan Anda untuk berjualan secara online?

Kami pernah membuka toko secara fisik dan mengikuti berbagai kegiatan pameran dan bazaar. Namun yang selalu menjadi pemikiran kami adalah perhitungan biaya operasional di dalamnya. Selain itu beberapa produk kami tidak dijual bebas di Indonesia. Sekalipun ada, harganya pasti melambung tinggi. Sehingga sangat disayangkan apabila calon pelanggan potensial dari daerah tidak berkesempatan mendapatkan produk-produk kami tersebut.

Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penjualan secara online sangat membantu dalam menekan harga, demi kepuasan pelanggan.

Berdasarkan pengamatan kami, Anda bergabung dengan beberapa perusahaan MLM. Lalu bagaimana korelasinya dengan bisnis online Anda?

MLM merupakan batu loncatan saya sejak SMU. Namun pada akhirnya agak sulit untuk dikembangkan secara online karena MLM membutuhkan hubungan yang lebih intensif dengan para downline. Beberapa MLM masih dijalankan melalui Tokopedia, tetapi kebanyakan setelah mereka membeli produk kami, komunikasi berikutnya berjalan secara offline ataupun manual (telp/sms/pertemuan).

Berdasarkan pengalaman Anda, apa yang menjadi nilai tambah Tokopedia, dibandingkan dengan media online lain yang pernah Anda gunakan?

Sebelumnya kami pernah menggunakan beberapa situs jejaring sosial sebagai media bisnis online kami. Yang menjadi nilai tambah Tokopedia adalah sistem ESCROW yang dimiliki Tokopedia, sehingga kepercayaan pelanggan terhadap kami pun makin terpupuk.

Selain itu, sebelumnya kami sering menerima teror dan ancaman dari beberapa oknum kompetitor yang iri dengan harga jual kami. Namun dengan adanya Tokopedia, data pribadi kami pun dapat terlindungi.

Alasan lainnya adalah efisiensi. Kami tidak perlu menghabiskan waktu untuk menanggapi pembeli yang tidak serius. Selain itu dengan alamat email dan nomor ponsel pribadi yang terdaftar di Tokopedia, saya dapat mengontrol kinerja staff dengan lebih mudah.

Bagaimana tanggapan Anda sebagai salah satu penjual terlaris di Tokopedia?

Fiuh…Miles to go! Masih banyak hal yang perlu dibenahi dan target yang belum tercapai. Sebetulnya bukan omzet tinggi yang kami butuhkan. Hal yang paling dasar yang PERLU kami capai adalah Being Sustainable! Dalam hal ini kami masih perlu banyak belajar dan tentunya bantuan ilmu, pengalaman, kritik, dan saran dari berbagai pihak.

Sebagai salah satu penjual yang telah bergabung sejak awal Tokopedia berdiri, bagaimana Anda melihat perkembangan kami sejauh ini?

Wow, pesat sekali perkembangannya! Selain sistem ESCROW, fitur yang sangat membantu kami adalah fitur Grosir. Pada awal pembukaan toko kami berfokus pada end user, tetapi seiring waktu, target market kami pun berkembang kepada para reseller, terutama reseller dari luar Jabodetabek.

Di masa mendatang, sepertinya fitur Pre-Order akan sangat membantu para wirausaha yang bergerak secara “made by order”. Hal ini dikarenakan beberapa bulan lalu, partner percetakan kami mengeluhkan bahwa Tokopedia tidak bisa mengembangkan usaha percetakannya karena waktu cetak yang diperlukan biasanya 1-2 minggu. Fitur ini juga dapat membantu bidang usaha dan toko-toko online lainnya.

Apakah Anda memiliki sejumlah tips yang dapat dibagikan untuk sesama penjual online di luar sana?

Sesama penjual dapat belajar tidak hanya dari pasar, melainkan satu sama lain, dan bahkan kompetitor sekalipun.

Nanda Esalawati Lifantri adalah pemilik dari AFFORDABLE – Butik Murah, salah satu toko online di Tokopedia dengan variasi barang dagangan yang sangat beragam.

Interview ini dilakukan oleh: Widhi Astuty & David Harnadi.
Dan dirangkum oleh: David Harnadi

Achmad Annama: Antara Politik, Sulap dan Bisnis Online

May 3, 2010

Dunia politik yang penuh prasangka membuat pria kelahiran Jakarta, 4 Juli 1977 ini berpikir ulang akan profesinya. Nasihat sang orang tua pun seakan turut ‘menyulap’ dan kemudian membuatnya menemukan dunianya sendiri. Jadilah kini Achmad yang sempat mencalonkan diri menjadi salah satu caleg ini dikenal sebagai seorang mentalis.

Untuk membuktikan kesungguhannya, pria yang kerap dikenal dengan nama Annamaniac ini pun menggunakan setiap waktu luangnya dengan terus mengasah kemampuan dan kekuatan otak kanannya untuk menjadi seorang mentalis sejati.

Tidak hanya sampai di situ, sebagai sosok yang sudah menguasai seluk-beluk dunia persulapan, beliau kemudian turut terjun dalam bidang jual-beli alat-alat sulap, hingga akhirnya merambah ke dunia bisnis online dengan bergabung di Tokopedia dan kemudian menjadi salah satu penjual terlaris.

Ingin mengenal lebih jauh sosok mentalis inspiratif ini? Simak hasil wawancara berikut.

Achmad Annama, pemilik Annamaniac Unique Items

Apa tanggapan Anda sebagai salah satu penjual terlaris di Tokopedia?

Luar biasa! Merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya setelah 6 bulan bergabung. Meskipun tidak masuk peringkat 5 besar, namun saya yakin untuk ukuran omzet saya masuk 5 besar.

Bisa diceritakan sedikit mengenai profesi Anda sehari-hari? Apakah juga berhubungan dengan sulap?

Saat ini saya menjabat sebagai Training Coordinator di sebuah perusahaan pertambangan. Sebelumnya saya adalah manajer salah satu motivator muda dan sering dijadikan MC, Entertainer atau pesulap untuk setiap penampilan beliau dan pada kesempatan lainnya.

Apa yang membuat Anda tertarik pada dunia sulap?

Jenuh berkecimpung di dunia politik, 5 tahun terjun di bidang ini membuat saya berpikir bahwa bekerja di bidang ini membuat hidup penuh dengan prasangka. Orang tua saya pun turut menasehati saya untuk mencari sesuatu yang saya sukai dan orang yang mau membayar saya untuk melakukannya. Nasihat tersebut saya camkan betul, terlebih ketika saya melirik adik saya yang sedang merintis bisnis alat-alat sulap secara online. Meskipun demikian, aliran kami berbeda; ia lebih ke arah street magic dan eskapologis, sedangkan saya lebih menggemari dunia mentalis dan panggung, sehingga dagangan kami pun berbeda.

Pengalaman apa saja yang telah Anda miliki selama berkecimpung di dunia politik?

Saya sempat menjadi staf ahli anggota DPR RI dan mencalonkan diri sebagai salah satu caleg.

Pernah memiliki pengalaman berjualan secara offline sebelumnya?

Saya sering mengikuti berbagai kesempatan bazaar di pusat-pusat perbelanjaan dan lifestyle anak muda. Di sana saya turut menghibur para pengunjung dan anak-anak dengan mendemonstrasikan sulap.

Bagaimana tanggapan dan dukungan orang-orang di sekeliling Anda, sehubungan dengan kegiatan dan profesi Anda ini?

Sangat mendukung. Apalagi kekasih saya. Bahkan untuk beberapa situasi, dia turut menemani dan mendampingi. Adik ipar saya juga selalu bersedia mengantar untuk hunting benda-benda unik.

Bagaimana Anda mengenal Tokopedia?

Secara tidak sengaja. Saat online dan mencari-cari lewat mesin pencari.

Menurut Anda, apa kelebihan Tokopedia, dibandingkan dengan media jualan online lain tempat Anda bergabung?

Mengurangi kekhawatiran pembeli karena adanya pihak ketiga sebagai perantara. Pembayaran pun terjamin aman hingga pembeli menerima pesanannya.

Apa kendala terbesar Anda selama berjualan online, dan apa solusinya?

Kurangnya komunikasi dengan staf karena kesibukan kerja, sehingga kerap terjadi kesalahpahaman, seperti ketidaktersediaan produk yang seharusnya berstatus ready stock atau sebaliknya, dan juga kualitas produk yang menurun akibat situasi tertentu. Biasanya kami meminta maaf kepada pelanggan, menjalin komunikasi yang baik, dan juga menggunakan fasilitas penerimaan order sebagian yang disediakan Tokopedia untuk pengembalian uang.

Ada tips tertentu yang dapat dibagi untuk sesame penjual online?

Pantang menyerah dan selalu tampilkan produk baru nan unik, berbeda dengan toko lainnya. Apabila memungkinkan, tampilkan produk yang tidak pernah dijual di toko fisik sebelumnya. Yang lebih penting lagi, harga yang ditawarkan harus lebih murah dan fleksibel, juga menyediakan berbagai penawaran dan bonus.

Apa harapan Anda pada Tokopedia di masa mendatang?

Saya berharap agar suatu saat Tokopedia dapat mengadakan event khusus seperti gathering tenant sebagai media untuk berbagi pengalaman, atau bazaar offline dengan jangka waktu tertentu. Untuk toko-toko pasif yang tidak buka dalam jangka waktu yang cukup lama dan tidak memiliki transaksi juga sebaiknya ditutup, sebagai bagian dari seleksi alam.

Achmad Annama adalah pemilik dari Annamaniac Unique Items, salah satu toko online di Tokopedia yang khusus menjual peralatan sulap dan berbagai barang-barang unik lainnya.

Interview ini dilakukan oleh: David Harnadi & Widhi Astuty.
Dan dirangkum oleh: David Harnadi

Silvie Djiono: Ciptakan Lapangan Kerja Lewat Bisnis Online

April 6, 2010

Membuat kerajinan tangan macam souvenir atau bingkisan mungkin sudah menjadi hal biasa bagi perempuan kelahiran Cepu, 25 Oktober 1977 ini. Maklum saja, menurut pengakuannya, minat terhadap seni dan kerajinan tangan telah ada sejak lama. Darah seni sepertinya mengalir di dalam tubuh wanita yang memanfaatkan waktu luangnya dengan menyanyi ini.

Untuk memperkenalkan produk-produk kreatifnya tersebut, beliau kemudian mencoba terjun ke dunia bisnis online dan memilih Tokopedia untuk usahanya itu. Namun siapa sangka, pilihannya tersebut justru mendatangkan keuntungan tidak hanya bagi dirinya sendiri, namun juga orang-orang di sekelilingnya. Bagaimana hal tersebut dapat terjadi? Simak penuturannya melalui wawancara singkat berikut.

Silvie Djiono, pemilik Maroon Gift & Souvenir

Bisa dijelaskan inspirasi Anda dalam menciptakan dan menjual produk-produk yang sebagian besar untuk acara-acara tertentu ini?

Ketika masih kerja kantoran, saya seringkali membantu penyediaan souvenir yang diperlukan untuk kegiatan seminar, acara Natal, atau kegiatan lainnya. Saya juga menawarkan pembuatan souvenir untuk teman-teman yang akan menikah. Selain itu kebetulan saya memiliki anak yang masih kecil, sehingga acara ulang tahun sering saya temui sepanjang bulan, baik diundang maupun merayakannya untuk anak sendiri. Karena keterbatasan waktu untuk memilih kado, pada akhirnya souvenir dan kado pun saya yang menyediakan. Malah produk kado dan souvenir anak tersebut merupakan yang terbanyak saat ini.

Apakah seluruh produk Anda dibuat sendiri, atau sebagian di antaranya dipesan dari pihak lain?

Untuk keperluan bahan dasar souvenir kami memanfaatkan berbagai supplier. Namun beberapa produk didapatkan dalam bentuk jadi untuk kemudian cukup dirangkai. Sementara untuk sablon, printing atau border, kami memiliki rekanan kerjasama.

Siapa yang membantu Anda dalam pengerjaan produk-produk kreatif ini?

Kami memiliki pegawai yang membantu pengerjaan dan pengiriman produk. Selain itu kami juga memberdayakan ibu-ibu rumah tangga dan remaja di daerah kami untuk memiliki kegiatan sambilan dalam membantu produksi kami. Dalam hal ini kami tidak hanya memberikan kegiatan yang berguna untuk mengisi waktu luang mereka, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Menurut Anda apakah wanita karir yang menghabiskan sebagian besar waktunya di kantor juga dapat terjun ke bisnis online seperti Anda?

Saya rasa bisa saja. Namun apabila usahanya sudah semakin maju dan ramai, sebaiknya memiliki orang yang khusus secara full-time menangani bisnisnya tersebut agar usaha dan para pelanggannya tidak terbengkalai oleh karena kesibukannya di kantor.

Pernah berjualan secara offline sebelumnya?

Sejauh ini Tidak.

Bagaimana Anda mengenal Tokopedia?

Kami mengenal tokopedia pertama kali dari Majalah Tempo yang memuat informasi tentang Tokopedia, dan dari situ kami mencoba berjualan secara online untuk pertama kalinya.

Apa kendala terbesar Anda selama berjualan online di Tokopedia?

Kendala terbesar yang saya rasakan terkait dengan estimasi ongkos pengiriman. Terkadang terjadi miskalkulasi, terutama untuk pembelian dalam jumlah banyak. Bahkan untuk produk ukuran besar dikenakan ongkos dengan penghitungan berdasarkan volume yang membengkak. Hal ini membuat pelanggan enggan membeli. Untuk itu kami menawarkan solusi untuk memadatkan bentuk barang. Barang-barang tersebut tidak dirangkai, namun dipadatkan.

Menurut Anda, apa kelebihan Tokopedia dibandingkan dengan sarana jual-beli online lain yang telah beredar?

Sejauh pengalaman, kelebihan Tokopedia yang saya lihat adalah sistem transaksi terstruktur, kemudahan dan keamanan, serta komitmen Tokopedia untuk mengikuti perkembangan tren dan teknologi terbaru.

Berdasarkan pengalaman, kira-kira pembeli Anda berasal dari kalangan mana saja?

Rata-rata ibu-ibu yang menyiapkan acara ulang tahun buah hati mereka. Pasangan yang akan menikah juga menjadi pelanggan kami untuk keperluan souvenir pernikahan mereka. Beberapa pembeli telah menjadi pelanggan tetap dan mempercayakan kami untuk acara-acara mereka. Untuk souvenir anak-anak sendiri sebetulnya tidak hanya untuk ulang tahun, namun juga berbagai acara seperti family gathering, kegiatan amal mengunjungi panti asuhan, dan acara-acara untuk anak lainnya.

Berdasarkan pengamatan kami, Anda adalah salah satu penjual terlaris di Tokopedia. Bagaimana tanggapan Anda?

Kami sangat bersyukur dan berterima kasih secara khusus pada Tokopedia atas kesempatan yang diberikan untuk berjualan. Penjualan kami yang laris tak lain dan tak bukan adalah berkat banyaknya pengunjung Tokopedia sendiri.

Apakah Anda memiliki tips tertentu untuk sesama penjual online?

Di era yang sangat kompetitif ini harga barang yang efisien, produk yang menarik dan berbeda akan mampu memberikan nilai tambah. Penjual juga perlu jeli dalam melihat tren pasar. Selain itu pemasangan gambar produk yang menarik, pengkategorian yang sederhana dan pelayanan yang baik juga menjadi keharusan.

Apa harapan Anda terhadap Tokopedia di masa mendatang?

Sejauh ini layanan Tokopedia sudah sangat baik. Namun yang perlu ditingkatkan adalah alternatif metode pengiriman untuk efisiensi ongkos kirim pembeli. Tentunya hal ini akan berujung pada hasil peningkatan penjualan yang signifikan.

Bagaimana tanggapan Anda apabila di masa mendatang Tokopedia menerapkan layanan berbayar?

Tidak masalah, sepanjang berbanding lurus dengan peningkatan traffic kunjungan dan omzet penjualan.

Silvie Djiono adalah pemilik dari Maroon Gift & Souvenir, salah satu toko online di Tokopedia yang khusus menjual hadiah & souvenir untuk acara-acara istimewa Anda.

Interview ini dilakukan oleh: David Harnadi & Widhi Astuty.
Dan dirangkum oleh: David Harnadi

Rapor Update Fitur Tokopedia: February & Maret 2010

March 29, 2010

Fitur-fitur apa saja yang baru di Tokopedia selama bulan February dan Maret 2010? Ada sepuluh fitur baru yang perlu Anda ketahui. Simak blog berikut dan baca tips-tips untuk mengoptimalkan fitur-fitur yang ada

Penjualan Grosir

Tokopedia sudah mengakomodasi penjualan barang secara grosir, dimana penjual bisa menentukan harga khusus untuk pembelian dalam jumlah tertentu.

Menu ini bisa diakses melalui menu My Shop -> Add New Product. Setelah mengisi seluruh informasi produk, click Harga Barang Grosir, dan penjual pun bisa menginput harga grosir.

Tampilan Halaman Produk dengan penjualan grosir

Minimum Order

Penjual kini juga bisa menentukan minimal pemesanan untuk setiap barang yang dijual. Fitur ini kami sediakan terutama untuk membantu para penjual yang selama ini menjual produk dengan margin keuntungan yang sangat tipis.

Tambahan Paket Dukungan Kurir yang lebih ekonomis

Beberapa pembeli yang berada pada lokasi yang terpencil, terkadang harus membayar biaya yang sangat besar untuk ongkos kirim barang, sehingga kami memutuskan untuk menambahkan paket OKE yang lebih ekonomis; untuk pembeli yang tidak keberatan menunggu barang sampai di tujuan sedikit lebih lama sebagai kompensasi biaya pengiriman yang lebih murah.

Buat para penjual, jangan lupa untuk mengupdate dukungan terhadap paket pengiriman ini di menu My Shop -> Konfigurasi Toko

Pembayaran langsung dengan saldo Tokopedia

Kini saldo Tokopedia selain bisa diuangkan kembali, juga bisa dipakai untuk langsung berbelanja di Tokopedia.

Caranya mudah, lakukan pembelian seperti biasa, dan apabila saldo mencukupi, pada saat Check Out akan ada pilihan apakah Anda ingin membayar dengan memotong saldo Tokopedia yang tersedia? Jika ya, saldo otomatis akan dipotong sesuai dengan nominal pembelian, dan order pun langsung akan diteruskan secara otomatis oleh sistem kami kepada penjual.

Nama Domain Toko

Untuk link internal pada halaman situs Tokopedia kini telah sepenuhnya membawa format namatoko.tokopedia.com.

Tips:
Hindari penggunaan www di depan namatoko Anda.
Penulisan yang benar: http://namatoko.tokopedia.com.
Penulisan yang salah: http://www.namatoko.tokopedia.com.

Link Produk mengikuti Nama Domain Toko

Jika selama ini link produk di Tokopedia masih menggunakan format http://www.tokopedia.com/product.pl?id-product, mulai bulan Maret ini, setiap link produk akan membawa nama toko dari pemilik produk tersebut dengan format http://namatoko.tokopedia.com/product.pl?id-product. Harapan kami, nama toko Anda akan semakin dikenal oleh para pengunjung Tokopedia.

Directory Shop

Saat masuk ke halaman Directory Shop, kini jika Anda memilih kategori yang lebih spesifik, maka urutan toko adalah berdasarkan penjualan paling tinggi untuk kategori bersangkutan. Pengunjung pun bisa melihat dengan jelas berapa total produk untuk kategori bersangkutan maupun total keseluruhan produk yang telah berhasil Anda jual melalui Tokopedia.

Tampilan Directory Shop Maret 2010

Contohnya pada tampilan gambar di atas, untuk kategori Toys & Hobbies, toko online Annamaniac Magic & Sport telah berhasil menjual 235 produk dari kategori Toys & Hobbies. Sementara total keseluruhan produk yang telah berhasil di jual dari seluruh kategori adalah 319.

Featured Shop

Tokopedia juga memperkenalkan fitur Featured Shop di halaman Home maupun di Directory Shop, untuk menampung toko-toko aktif yang telah berhasil melakukan penjualan dalam jumlah tertentu dengan tingkat rataan reputasi diatas rata-rata

Tips: Tokopedia akan selalu mengedepankan toko-toko online aktif yang mengikuti ketentuan dan mekanisme yang berlaku di Tokopedia dengan menyediakan fitur-fitur khusus tambahan. Jadi, tingkatkan terus penjualan Anda, dan pastikan untuk selalu mengarahkan setiap transaksi sesuai ketentuan yang berlaku di Tokopedia, sehingga peluang Anda terdaftar sebagai Featured Shop semakin meningkat.

Hentikan dukungan terhadap browser versi lama

Kami memutuskan untuk menghentikan dukungan terhadap browser versi lama, dan mengajak para Tokopediawan untuk mengupdate browser mereka ke versi terbaru sehingga fitur-fitur yang ada di Tokopedia berjalan dengan maksimal.

Cara untuk mengetahui apakah browser yang Anda pakai sudah kami support atau belum bisa diketahui saat memasuki halaman situs Tokopedia. Jika Anda tidak melihat notifikasi seperti pada gambar di bawah ini pada situs Tokopedia, berarti Anda telah menggunakan browser yang telah didukung dengan baik oleh Tokopedia

Upgrade browser Anda ke versi browser terbaru yang didukung oleh Tokopedia

Sementara jika Anda melihat notifikasi seperti pada gambar diatas pada situs Tokopedia, saran kami, update versi browser Anda ke versi terbaru sekarang juga!

Lebih ramah terhadap mesin pencarian

Tim teknis kami juga berupaya menghasilkan halaman-halaman Tokopedia yang lebih ramah terhadap mesin pencarian, dengan harapan tingkat kunjungan ke halaman produk maupun toko Anda semakin tinggi lewat kunjungan-kunjungan dari hasil-hasil pencarian di mesin pencarian ternama.

Tips

  • Upload produk Anda dengan menggunakan nama produk dan deskripsi yang jelas. Bayangkan Anda sedang berada di halaman pencarian Google, kira-kira kata-kata pencarian apa yang Anda akan pakai untuk menuju ke produk Anda? Gunakan kata-kata tersebut di deskripsi produk Anda.
  • Hindari penggunaan nama kode untuk produk. Gunakan nama produk yang jelas seperti “Kaos Kami Tidak Takut” daripada kode produk seperti “KKTT-01″

..

Bergabunglah menjadi Fans Tokopedia di Facebook, dan ikuti update Tokopedia di Twitter, untuk tidak melewatkan info-info penting seperti ini secara lebih cepat.

Tunggu juga fitur-fitur terbaru kami yang semakin inovatif dan bermanfaat bagi para Tokopediawan baik penjual maupun pembeli di rapor update fitur Tokopedia berikutnya. Atau barangkali Anda punya ide-ide fitur baru untuk Tokopedia? Langsung saja beri komentar Anda disini ;)

Press Release: Tokopedia Receives Investment from East Ventures

March 25, 2010

Jakarta, 25 March 2010

Tokopedia today announced that East Ventures, a Singapore-based company focusing on Internet business ventures, has made an investment in Tokopedia in exchange for preferred stock.

Prior to that, in early 2009, Tokopedia has received seed funding from PT. Indonusa Dwitama to launch tokopedia.com in August 2009.

In just seven months of operation, the tokopedia.com website has become one of the fastest-growing online marketplace in Indonesia, based on the number of members, active online shops, available products and daily transactions. In such a short amount of time, the tokopedia.com website has grown to be the trusted online marketplace in Indonesia.

Pursuant to the agreement, both co-founders of Tokopedia, Leontinus Alpha Edison and William Tanuwijaya, will continue to lead and maintain full operational responsibility of Tokopedia.

East Ventures will join the board of directors and committee members of Tokopedia, along with Victor Fungkong and Yohana Fran from PT. Indonusa Dwitama.

“We consider this partnership a strategic alliance that will bring Tokopedia to the next level. In the last seven months, tokopedia.com has been a fast-growing startup and with this alliance, we hope for greater future prospects for Tokopedia,” said William Tanuwijaya, co-founder of Tokopedia.

Batara Eto, a partner in East Venture, added, ”As an investor in early-stage startups, we recognize huge potentials in the Indonesian Internet market. We are confident Tokopedia has the vision and execution ability to be an industry leader in the online marketplace business in Indonesia.”

Taiga Matsuyama, another partner in East Ventures, will hold the position of Strategic Advisor in Tokopedia.

About Tokopedia

PT. Tokopedia was founded on 6 February 2009 and subsequently launched tokopedia.com on 17 August 2009. Tokopedia aims to provide business opportunities for individuals and SMEs to establish online stores conveniently and to ensure comfortable and secure online transactions.

PT. Tokopedia is headquartered in South Jakarta, Indonesia.

Contact: info@tokopedia.com

About East Ventures

East Ventures is an investment company, specializing in early-stage investments in Internet start-up companies.

Based in Singapore, East Ventures was founded by 4 partners from diverse and complementary backgrounds, among whom are: Batara Eto, ex-CTO and co-founder of mixi.jp, the biggest social networking site in Japan; Taiga Matsuyama, an experienced investor who developed several Japanese internet companies, some of which were eventually acquired by Yahoo! Japan; Willson Cuaca, founder of Xsago, whose expertise covers mobile applications development; and Chandra Tjan, with experience in Finance, Marketing and Management.

Contact: info@east.vc

Related News:

The 28th Hour Deal: Luck is when preparation meets opportunity

Press Release: Investasi baru Tokopedia dari East Ventures

March 25, 2010

Jakarta, 25 Maret 2010.

Tokopedia hari ini mengumumkan bahwa East Ventures, perusahaan berbasis di Singapura yang berfokus pada investasi di bisnis Internet, telah melakukan investasi ke Tokopedia melalui pembelian sebagian saham Tokopedia.

Sebelumnya, di awal tahun 2009 Tokopedia telah mendapatkan seed funding dari PT. Indonusa Dwitama untuk launching tokopedia.com pada Agustus 2009.

Hanya dalam waktu tujuh bulan beroperasi, website tokopedia.com telah menjadi salah satu online marketplace dengan tingkat pertumbuhan paling pesat di Indonesia, baik dalam jumlah anggota, toko online aktif, jumlah produk, hingga jumlah transaksi dan perputaran uang per hari.

Dalam waktu singkat tersebut website tokopedia.com juga telah dikenal sebagai online marketplace paling terpercaya di Indonesia.

Sehubungan dengan investasi ini, kedua co-founder Tokopedia, Leontinus Alpha Edison dan William Tanuwijaya, akan tetap memimpin dan bertanggung-jawab penuh terhadap operasional Tokopedia.

Pihak East Ventures akan ikut mengisi jajaran direksi dan komisaris Tokopedia bersama dengan Victor Fungkong dan Yohana Fran dari pihak PT. Indonusa Dwitama.

“Kami melihat masuknya investasi baru dari East Ventures ini sebagai sebuah aliansi strategis dalam rangka membawa Tokopedia melaju ke tahap yang lebih tinggi. Dalam tujuh bulan terakhir, tokopedia.com telah menjadi startup dengan pertumbuhan yang sangat pesat, dan dengan aliansi baru ini, kami bisa berharap pencapaian Tokopedia ke depannya akan lebih baik lagi.” ujar William Tanuwijaya, co-founder Tokopedia.

Batara Eto, partner dari East Ventures, menambahkan “Sebagai investor di early stage startup, kami melihat potensi pasar Internet Indonesia yang sangat besar, dan kami yakin team Tokopedia memiliki visi and kemampuan eksekusi untuk menjadi pemain terdepan di bisnis online marketplace Indonesia.”

Taiga Matsuyama, salah satu partner dari East Ventures, akan menduduki posisi sebagai strategic advisor di Tokopedia.

Tentang Tokopedia

PT. Tokopedia berdiri pada tanggal 6 February 2009, dan kemudian meluncurkan produknya tokopedia.com pada tanggal 17 Agustus 2009. Misi Tokopedia adalah memberikan kesempatan bagi setiap individu bisnis maupun UKM untuk membuka toko-online mereka dengan cara yang sangat mudah, dan memungkinkan terjadinya transaksi online yang lebih nyaman dan aman.

PT. Tokopedia beralokasi di Jakarta Selatan, Indonesia.

Contact : info@tokopedia.com

Tentang East Ventures

East Ventures merupakan perusahaan investasi yang berfokus di bidang investasi tahap awal perusahaan-perusaaan bisnis Internet.

Berbasis di Singapura, East Ventures didirikan oleh 4 partners yang memiliki latar-belakang saling melengkapi, diantaranya: Batara Eto, mantan CTO dan co-founder dari mixi.jp, situs jejaring sosial terbesar di Jepang; Taiga Matsuyama, investor yang telah berpengalaman membesarkan beberapa perusahaan internet di Jepang (sebagian telah diakuisisi oleh Yahoo! Japan); Willson Cuaca, founder dari Xsago dengan pengalaman di mobile application development; dan Chandra Tjan dengan pengalaman di finance, marketing, dan management.

Contact : info@east.vc

Berita Terkait:

The 28th Hour Deal: Luck is when preparation meets opportunity

Six Month Anniversary

February 18, 2010

Tidak terasa, kemarin, pada tanggal 17 February 2010, Tokopedia pun telah genap berusia 6 bulan.

Dan seperti janji kami saat launching, tim Tokopedia akan terus mengupdate milestone tahun pertama Tokopedia secara berkala mulai dari pencapaian 1 bulan, 3 bulan, dan lewat postingan ini untuk milestone 6 bulan, dan nantinya 1 tahun.

Statistik Tokopedia

Berikut pencapaian statistik Tokopedia setelah 6 bulan launching:

23,827 anggota aktif
2,519 toko aktif
41,848 produk
Dengan total perputaran uang yang telah terjadi (transaksi valid): Rp. 1.240.696.757.-

Pencapaian peringkat alexa:
Global: #26,152
Indonesia: #322

Peringkat tokopedia setelah 6 bulan launching di Alexa

Media Coverages

Salah satu yang benar-benar di luar dugaan adalah, walau masih berusia sangat prematur, dalam 6 bulan ini Tokopedia telah mendapatkan sorotan dari berbagai jenis media, diantaranya:

What’s Next?

Lantas berikutnya apa? Yang paling dekat, tentunya soal issue investor baru di akhir bulan January kemarin. Rancangan kontrak tengah digodok bersama, dan harapannya segera tercapai kesepakatan. Dengan bantuan nama-nama yang sudah berpengalaman, ditambah kucuran dana segar tambahan, Tokopedia semakin optimis bisa menghadirkan produk dan layanan terbaik sebagai solusi online market place di tanah air.

Dari sisi teknis, sudah ada beberapa fitur tambahan yang kami persiapkan untuk diperkenalkan kepada para Tokopediawan dalam waktu dekat. Dan tentunya prioritas komitmen kami selalu ada pada penyediaan layanan yang paling baik.

Akhir kata, terima kasih untuk para Tokopediawan atas seluruh pencapaian yang berhasil kami capai, maupun sedang kami perjuangkan. Hanya berkat dukungan kalianlah, semua ini mungkin terjadi. Sampai ketemu lagi di rapor tahunan Tokopedia nantinya :)

Satu Milyar Rupiah pertama dari Tokopediawan

February 1, 2010

Akhirnya, pagi ini, tanggal 1 February 2010, akumulasi perputaran transaksi uang di Tokopedia.com telah menembus angka 1 Milyar Rupiah. Terima kasih atas kepercayaan seluruh Tokopediawan yang telah memilih Tokopedia sebagai sarana untuk berjualan secara nyaman, maupun belanja online secara aman.

Berikut beberapa fakta menarik seputar transaksi jual beli online sejak launching tanggal 17 Agustus 2009 kemarin:

Tiada hari tanpa transaksi
Walaupun hari libur, selalu saja ada transaksi yang terjadi di Tokopedia. Memang rataan hariannya jika dihitung terbilang masih sangat kecil untuk sebuah online marketplace, tapi kami cukup senang mengingat faktanya Tokopedia belum genap berusia 6 bulan

Apa produk yang pertama terjual di Tokopedia?
Kaos “Kami Tidak Takut” – Cowok/Putih/S pada tanggal 17 Agustus 2009 jam 00:12 WIB

Apa produk yang paling banyak dibeli?
Gunting Kuku Pengantin sebanyak 250 buah

Produk paling murah apa yang berhasil terjual?
Kertas Kado 0703 seharga Rp. 999,-

Produk paling mahal apa yang berhasil terjual?
Onyx Boox 60 [Ebook Reader]seharga Rp. 3.700.000,-

The 28th Hour Deal: Luck is when preparation meets opportunity

January 28, 2010

Friends, probably most of you that have been closely following our journey knew already, that I & Leon spent 2 years of our time, trying to find an investor that is willing to help us build-up the foundation of our dream: Tokopedia.

If that first stage of investment needs 2 years of waiting and struggling, now our second stage only needs 2 days of meetings and lunches with people we’ve never met. Imagine how and why that is possible.

A couple of months ago, I got an email from Willson Cuaca, the founder of xSAGO. Not only a nice appreciation did I receive; he also stated his interest in knowing the people behind Tokopedia more. I replied that email showing our gladness and interest of the offer to get to know the fellow Internet Business players.

Tuesday, January 26th 2010

At 10 AM, I got another email from Willson. He and a couple of friends from Singapore and Japan were sightseeing in Jakarta. They would like to do some catch-ups with some internet startups in Indonesia. Of course we didn’t wanna waste that chance, so then we arranged the meeting.

Around 2 PM, Willson and the gang were already in our office. Along with the gang, there are a couple of interesting names:

Willson Cuaca
Founder of xSAGO, with lots of experiences in networking and mobile applications development. Foyage is one of them.

Batara Eto
Indonesian-born Japanese, known as one of the co-founder and ex-CTO of Mixi.jp, the #1 Japanese social networking site, with over 26 million members. He was the only developer of that site in the beginning.

Taiga Matsuyama
A very well-known Japanese in the Internet Business Industry, with more than 10 years of experience in helping & building a lot of startups. Some of them have actually been acquired by Yahoo! Japan, and the rest have even been IPO-ed. At the moment, he is concentrating his investments in more than 20 Internet companies across the globe.

Chandra Tjan
An Indonesian with the background of Finance & Management. He spent most of his time in Indonesia, Penang and Australia, until finally settled in Singapore with his experiences in Marketing & Finance.

Those 4 professionals from different backgrounds are the Managing Partner of East Ventures. One of their main reasons in visiting Jakarta is to find some local startups for partnership deals.

We spent that afternoon for introducing ourselves; Tokopedia and East Ventures at a glance. One main interesting thing from this meeting is that, this was actually the first time that we were given the opportunity to discuss with our investor-to-be in the same frequency and vision with Tokopedia.

Usually, our previous meetings with the investors will end up in a single-monotonous advice, “How old are you? 21? 22? Don’t waste your time. This kind of thing won’t work. Find something else to do”. But this time, our precious meeting was concluded by a piece of gold from Taiga Matsuyama, “I think you’re doing the similar thing with what Batara did 10 years ago”. I mean, wow! The appreciation came from Matsuyama-san himself. And with those eye contacts, it’s almost impossible for me to hold my head and feet still.

Because of the tight schedule, we continued the meeting the day after, during lunch.

Tokopedia & East Ventures

Wednesday, January 27th 2010

This time we cut some slack by having a relaxed meeting during lunch. We had lunch at 12, and we shared about being a startup, both in good times and bad times. I also shared our roadmap and vision for 2010. Just like love at the first sights, these 6 young men finally agreed to talk more on the opportunity to bind themselves together in building Tokopedia. After that, we composed our agreement into the investment plan, and we called the seed-investor of Tokopedia to talk about the deal more thoroughly.

We’re back in our meeting room at around 5, and the serious talk continues. This time, all Tokopedia shareholders were present, and just in an hour time, a deal in principle was made, based on some random brainstorming on our whiteboard. The result was then formed into a MoU, which was signed by all shareholders and investors involved. At this point, both East Ventures and Indonusa Dwitama are now have a principle agreement to become the future shareholders of tokopedia, with me and Leon still in charge on Tokopedia operationally as usual.

..

During the lunch before, Batara stated that there is no such thing as luck itself. Luck happens when preparation meets opportunity. So, after 1 year running PT Tokopedia with 5 months of operation, that preparation finally met another opportunity. Yet, we are just feeling so lucky, because not only for the funds that will be enough for the whole 2010, but Tokopedia is also growing up by some credible names joined our BoD. The brainstorming process in the future will get more exciting for sure.

In 28 hours, there has been an alliance formed between 3 countries; Indonesia, Singapore, and Japan, though it’s still in the form of MoU agreement, and we will still have to wait for the official contract document to strengthen this form of strategic alliance, between East Ventures and Tokopedia.

At last, we would like to thank Mr. Victor Fungkong, Yohana Fran, and all involved in PT Indonusa Dwitama that has given us our first opportunity. Thanks to Tokopedia Team for the preparation with such hard works in providing the best product and service for all Tokopediawans; Yusar Chavik Harun, David Harnadi, Widhi Astuti, and our fellow friends; Amlan Samuil Warman, Wirasarjana Rostandy, Hasan Lai. Most importantly, thanks to our future partner with everyone involves; Willson Cuaca, Batara Eto, Taiga Matsuyama, and Chandra Tjan. Thanks for putting your trust in our passion just in 3 meetings that we’re lucky to have.

Now, we are ready to start a new chapter in our journey. Let’s take it to the next level!

Make It Special

January 17, 2010

Untuk tulisan kali ini, saya mau kembalikan fungsi blog ini ke konsep awal blog ini ditulis pertama kalinya, yaitu untuk menampung cerita-cerita di balik layar tim Tokopedia. So, izinkan saya berbagi cerita di balik layar kampanye Tokopedia untuk tahun 2010, dengan tema “Make It Special”

Sebelum libur natal kemarin, saya sempat ngobrol ma Leon, event Tokopedia berikutnya apa nih? Dan dari Leon, saya jadi tau kalau tahun 2010 ini ternyata spesial. Kenapa spesial? Karena ada 2 hari penting yang jatuh pada tanggal yang sama. Untuk tahun ini, Valentine maupun Chinese New Year ternyata jatuh pada tanggal 14 February 2010. Momen unik seperti ini tentunya tidak akan kami lewatkan untuk menyediakan fitur baru dan nuansa istimewa buat para Tokopediawan.

Kami pun segera mempersiapkan fitur Tokopedia untuk menyambut event ini. Sejak tanggal 14 January kemarin, toko-toko yang transaksi penjualan berhasilnya sudah diatas 5 item, dan memiliki tingkat reputasi diatas rata-rata, berhak atas akses ke fitur “Add to Event”. Fitur Add to Event ini memungkinkan setiap penjual untuk mendaftarkan maksimal 3 produk mereka ke showcase khusus Valentine & Chinese New Year. Selama sebulan penuh, directory product juga akan mengarah langsung ke directory khusus event ini. Fitur ini pun bersifat auto promotion, dalam artian toko-toko online yang baru memenuhi syarat di pertengahan event berlangsung, tetap bisa langsung ikutan event ini begitu kondisi dan syarat telah terpenuhi.

Kami sadari fitur baru saja tidak cukup tanpa sosialisasi yang baik. Berarti, PR berikutnya adalah membuat konsep banner khas Tokopedia yang menarik. Jadi, sepanjang liburan Natal dan Tahun Baru, saya pun mengajak tim Tokopedia untuk berdiskusi tentang banner apa yang harus kita buat kali ini? Semua diskusi berlangsung hanya lewat kirim-kiriman email karena kantor juga sedang liburan.

Mungkin karena sedang kesurupan karakter “Bossman” dari buku My Stupid Boss yang belakangan jadi bacaan wajib manusia-manusia kantoran Jakarta, dalam diskusi kali ini, saya bolak-balik menekankan kalau untuk banner kali ini harus ada pesannya. Meminjam gaya bahasa Bossman, “What is the justification of having a nice banner, without any meaning?” gitu kira-kira mood pendukungnya ketika dengan bersemangat mengirimkan email demi email menuntut inspirasi dari tim Tokopedia.

Setelah diskusi yang cukup kritis, akhirnya tim Tokopedia pun sepakat untuk maju dengan konsep banner random dengan dua buah cerita.

Cerita pertama, adalah cerita tentang seorang remaja yang sedang mencari hadiah Valentine untuk kekasihnya, sementara cerita kedua, adalah cerita tentang seorang kakek yang sedang mencari hadiah Chinese New Year untuk cucunya. Masing-masing cerita terbagi atas 2 slide animasi. Slide pertama maupun slide kedua mempunyai kesamaan di masing-masing cerita.

Slide Pertama Cerita Pertama:
Tampak si remaja sedang mencari ide hadiah spesial lewat Tokopedia untuk sang kekasih (terlihat pula kalender bertanda lingkaran merah pada tanggal 14)

Slide Pertama Banner Tokopedia versi Valentine

Slide Pertama Cerita Kedua:
Tampak si kakek sedang memikirkan ide hadiah spesial lewat Tokopedia untuk si cucu (terlihat pula kalender bertanda lingkaran merah pada tanggal 14)

Slide Pertama Banner Tokopedia versi CNY

Slide Kedua Cerita Pertama:
Hari H telah tiba, si remaja memberikan kado Valentine kepada kekasihnya. Hari Spesial itu menjadi indah berkat Tokopedia.

Slide Kedua Banner Tokopedia versi Valentine

Slide Kedua Cerita Kedua:
Hari H telah tiba, si kakek memberikan kado CNY kepada si cucu. Sang cucu merasa spesial berkat Tokopedia.

Slide Kedua Banner Tokopedia versi CNY

Berkat kerja keras illustrator berbakat Tokopedia, akhirnya banner pun jadi sesuai dengan keinginan. Tokopediawan pun ketika mengakses Tokopedia akan disuguhkan secara acak salah satu dari banner diatas

Pesan yang ingin Tokopedia sampaikan adalah, setiap orang pasti punya hari spesial mereka masing-masing, dan apapun rencanamu untuk hari itu, buatlah menjadi spesial dengan Tokopedia. Mulai dari mencari hadiah yang unik kepada seseorang yang spesial, atau memanjakan diri sendiri di hari spesial dengan berbelanja sesuatu yang memang sudah lama diidam-idamkan.

Selain itu tema banner kali ini juga berusaha menyampaikan bahwa Tokopedia itu mudah untuk digunakan. Buktinya, kakek-kakek saja bisa menggunakan Tokopedia, jadi tunggu apa lagi? No matter what your plan for “the day”… Make It Special with Tokopedia ;)

The sincerest form of flattery?

December 18, 2009

Jauh-jauh hari sebelum Tokopedia dibuka untuk umum, tim developer Tokopedia sudah melibatkan komunitas internet aktif Indonesia dalam banyak hal, mulai dari pemilihan logo, sampai survey usability.
Setelah di launching pun, Tokopedia tidak melupakan komunitas internet yang telah membantu banyak. Tokopedia membuka banyak kanal komunikasi, baik di forum kaskus dan forum kafegaul mewakili kanal lokal, maupun group facebook mewakili kanal global. Lewat salah-satu kanal tersebut, beberapa hari lalu, tokopedia mendapatkan sebuah informasi yang sangat mengejutkan.

Ada sebuah website, yang bergerak di bidang judi (yang mana termasuk kategori ilegal di Indonesia), mencontek tampilan layout, bahkan mengambil ilustrasi, icon, dan beberapa halaman content dengan perubahan sekenanya untuk disesuaikan dengan area bisnis mereka. Sekilas pandang, bukan tidak mungkin orang awam akan mengira kedua perusahaan berada di payung yang sama, yang mana bisa berdampak negatif untuk tokopedia yang sedang berusaha keras dalam membangun sebuah brand online marketplace terpercaya.

Berikut beberapa screenshot tampilan Tokopedia dibandingkan dengan si maling:

Beberapa screenshot Tokopedia vs Si Maling

Bisa dilihat lewat beberapa screenshot di atas, layout, icon, ilustrasi, hingga sebagian content Tokopedia benar-benar dijiplak habis-habisan oleh website judi tersebut. Padahal, semuanya merupakan intellectual property dari Tokopedia yang dibangun dengan tenaga dan waktu yang tidak sedikit. Sigh, memang tidak mudah melindungi hak cipta di negeri ini. Maka, untuk menghindari asumsi yang salah, lewat blog resmi Tokopedia ini, tim Tokopedia ingin memberikan klarifikasi, bahwa PT. Tokopedia untuk saat ini hanya mengelola website http://www.tokopedia.com, dan tidak ada hubungan dengan website judi bersangkutan.

Ketika Plurk menanggapi perihal Microsoft China menjiplak habis-habisan layout hingga script Plurk dalam product MSN Juku mereka, Plurk memulai blog mereka dengan kalimat klise “Imitation may be the sincerest form of flattery.”

Walau klise, ungkapan tersebut ada benarnya, coba lihat sekeliling kita, hanya produk yang memang mendapat pengakuan yang biasanya dibuat imitasinya. Makin populer, makin cepat pula keluar imitasinya. Sebut saja, Nokia E72, sebelum produknya beredar di Indonesia, versi Cina nya sudah banyak dijual. Contoh lainnya, sebut saja dari iPod-iPodan hingga BlackBerry-BlackBerry-an, dari Nike-Nike-an hinga LV-LV-an.

Mencoba, mengambil pelajaran positif dari kasus satu ini, maka seperti brand-brand besar dibalik serbuan produk imitasi yang muncul kemudian, Tokopedia mencoba tegar dan berbesar hati. Tandanya, hanya dalam waktu 4 bulan launching Tokopedia, sudah ada apresiasi terhadap layout maupun usability produknya, walau dengan cara yang salah.

Tandanya, Tokopedia semakin populer!

Three Month Anniversary

November 18, 2009

Tokopedia pun akhirnya genap berusia 3 bulan.

Setelah berhasil mendapatkan momentum lompatan besar di dua minggu pertama launching, disusul pencapaian statistik yang cukup memuaskan di bulan pertama launching; tentunya tim tokopedia berharap pencapaian yang telah diraih tidak kemudian hilang dimakan waktu, tapi bisa tetap dipertahankan, bahkan ditingkatkan.

Oleh karena itu dalam 3 bulan terakhir ini, tim tokopedia terus berusaha keras mempertahankan komitmen, dan determinasinya untuk memberikan produk serta layanan online-marketplace terbaik dan teraman di Indonesia; dengan harapan satu hari nanti akan menjadi yang terbesar pula di Indonesia.

Pada akhirnya, apapun usaha yang telah dilakukan (tidak jarang pacar mengeluh lebih sayang dan peduli akan Tokopedia dari pada dirinya), adalah statistik yang kemudian berbicara. Berikut pencapaian Tokopedia setelah 3 bulan:

13,859 anggota aktif
1,414 toko aktif
23,000 produk
Dengan total perputaran uang yang telah terjadi: Rp. 383,300,588.-

Pencapaian peringkat alexa:
Global: #28,502
Indonesia: #366

Peringkat tokopedia setelah 3 bulan launching di Alexa

dan tingkat kunjungan pun sudah masuk ke +/- 14,000 visitors / hari di satu bulan terakhir ini

Statistik kunjungan tokopedia.com untuk 3 bulan pertama launching

Berdasarkan data statistik tersebut, terlihat upaya tim Tokopedia masih berada pada trend positif.

Hanya saja, sekedar mengingatkan kembali ke seluruh tim yang bekerja, saya akan mengutip kembali sedikit quote dari postingan blog sebelumnya:

Lantas, berikutnya apa?

Dalam lomba apapun, start bagus belum tentu menjamin hasil finish yang terbaik. Adalah determinasi, konsistensi, dan komitmen sepanjang perlombaan yang menentukan siapa yang berhasil finish dengan hasil terbaik. Oleh karena itu, ujian sesungguhnya untuk tokopedia sebenarnya baru dimulai.

So, let’s take it to the next level!

PS: Saat ini Tokopedia masih terus mencari tambahan tenaga untuk membangun tokopedia. Jangan lewatkan kesempatan untuk bergabung dengan tim Tokopedia.

One Month Anniversary

September 17, 2009

Hari ini tepat 1 bulan Tokopedia dibuka untuk umum.

Berikut pencapaian dalam 1 bulan:
7.210 anggota
934 toko aktif
9.837 produk

dengan peringkat alexa:
Global: #77.151
Indonesia: #383

Peringkat tokopedia.com 1 bulan launching di Alexa

dan tingkat kunjungan sudah mulai masuk ke +/- 10.000 visitors / hari

Statistik kunjungan tokopedia.com untuk 1 bulan pertama launching

Dari tim tokopedia, pencapaian ini sudah di luar ekspektasi awal. Semoga bisa terus konsisten, dan sampai ketemu di milestone 3 bulan, 6 bulan, dan 1 tahun ;)

Let’s take it to the next level!

September 5, 2009

16 Agustus 2009, 23:45 WIB

Di rumahnya masing-masing, setiap personil dari team Tokopedia tidak menikmati long weekend liburan mereka. Semuanya berdebar-debar di layar monitor masing-masing, mempersiapkan countdown launching website Tokopedia untuk umum. Yah, bersamaan dengan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-64, Tokopedia juga memerdekakan dirinya ke status Public BETA. Siapa saja sudah bisa mendaftarkan diri sebagai anggota, membuka toko online mereka, berbelanja online, atau sekedar ngumpul-ngumpul sesuai dengan slogan Tokopedia, belanja ga belanja.. yang penting ngumpul ;)

Kami Tidak Takut

Tokopedia mengambil tema launching “Kami Tidak Takut” dengan cara mengajak para seller untuk berjualan kaos “Kami Tidak Takut”. Semangat “One Shirt, One Person, One Message, One Nation” juga diteriakkan oleh Tokopedia ke para pengunjung untuk mendukung gerakan IndonesiaUnite dengan cara berbelanja kaos “Kami Tidak Takut”. Hasilnya diluar dugaan, karena driven by community, kreatifitas pun tidak ada batasannya. Kaos tidak hanya dijual dengan berbagai variasi desain, bahkan ada juga yang menawarkan fitur glow in the dark. Pembeli pun berasal dari seluruh pelosok nusantara.

Selain sebagai wujud dukungan terhadap IndonesiaUnite, gerakan “Kami Tidak Takut” diangkat oleh Tokopedia karena dirasakan selaras dengan semangat agar para pengguna internet tanah air tidak perlu lagi takut untuk berbelanja online. Sebagai perusahaan, PT. Tokopedia pun tidak takut untuk memulai sebuah perusahaan internet yang dikelola serius dengan cita-cita membuka lapangan kerja baru di tanah air, dan meningkatkan perekonomian bangsa dengan membantu para SME / UKM yang tersebar di tanah air untuk dapat memiliki toko online mereka secara gratis dan mudah dikelola.

Sebuah Lompatan Besar

Tahun 2009 ini memang berita baik demi berita baik seakan berdatangan terus untuk Tokopedia. Baru mulai dikembangkan sejak awal tahun 2009; ketika masih dalam bentuk prototype, team Tokopedia memberanikan diri untuk bermimpi besar dengan mendaftarkan Tokopedia ke ajang Indonesia ICT Awards 2009 dan Bubu Awards v06. Tokopedia tidak hanya berhasil menjadi nominator di INAICTA, tapi juga berhasil menjadi pemenang di Bubu Awards v06. Berkat itu semua, sebelum diluncurkan untuk umum, pemberitaan tentang Tokopedia sudah datang dari berbagai media. Selain pengumuman pemenang Bubu Awards yang ditampilkan oleh kompas, detik; Tokopedia juga mendapat interview dari NavinoT.

Yang lebih di luar dugaan adalah, 2 hari setelah launching, Majalah TEMPO mendatangi kantor PT. Tokopedia untuk review, dan tepat 1 minggu dari hari launching, Tokopedia pun sudah diulas dalam versi cetak majalah TEMPO edisi 24-30 Agustus 2009, rubrik Digital, halaman 43 dan 44.

Semua pemberitaan tersebut tentunya membantu Tokopedia melompat jauh walau datang dengan status pendatang baru di bisnis online Indonesia. Lebih baik lagi, pemberitaan-pemberitaan tentang Tokopedia tersebut didapatkan dengan gratis. Semuanya datang hanya lewat keberanian untuk bermimpi, dan kerja keras untuk merealisasikan mimpi.

Tidak sampai tiga minggu dari tanggal launching, ketika tulisan ini dibuat, Tokopedia sudah memiliki lebih dari 5.000 anggota, lebih dari 660 toko aktif, dan lebih dari 6.700 produk

Lantas, berikutnya apa?

Dalam lomba apapun, start bagus belum tentu menjamin hasil finish yang terbaik. Adalah determinasi, konsistensi, dan komitmen sepanjang perlombaan yang menentukan siapa yang berhasil finish dengan hasil terbaik. Oleh karena itu, ujian sesungguhnya untuk tokopedia sebenarnya baru dimulai.

So, let’s take it to the next level!

Arsip Data Statistik Pendukung

Data Alexa hingga tanggal 31 Agustus 2009

Berdasarkan data Alexa hingga 31 Agustus 2009 (tepat 2 minggu setelah Tokopedia diluncurkan untuk umum), Tokopedia telah berhasil menjadi website #602 paling sering dikunjungi di Indonesia. Bahkan lewat traffic kunjungan dalam 2 minggu tersebut, Tokopedia telah berhasil menyalip beberapa situs konten lokal Indonesia yang lebih dulu hadir di Indonesia.

Data Statistik Kunjungan Tokopedia hingga 04 September 2009

Lompatan besar traffic pengunjung tokopedia.com terjadi mulai dari tanggal launching Tokopedia untuk umum, 17 Agustus 2009.

The Rise of Digital Era

August 1, 2009

Jakarta Convention Center,
Panggung Assembly Hall, 21:37 W.I.B.

Terlihat layar besar di sudut kiri dan kanan aula sedang memperlihatkan karya-karya para nominator untuk Corporate Awards kategori E-Commerce. Setelah membacakan nama-nama karya para nominator, Sarah Sechan yang menjadi Master of Ceremony malam itu kemudian bersiap mengumumkan pemenangnya.

Sarah Sechan: “And the winner is…”

3 jam sebelumnya

Saya sedang berdiri mengantri di depan loket registrasi partisipan Bubu Awards v06 Awarding Night. Saat mengantri, saya dihampiri seorang panitia registrasi yang melemparkan senyum dan terjadi percakapan seperti ini:

Panitia: “Silahkan”
Saya: “Halo, saya salah satu finalis untuk malam ini”
Panitia: “Dari mana?”
Saya: “Dari tokopedia”
Panitia: “Oooo dari Tokopedia. Ini William Tanuwijaya ya?”
Saya: “Iya.. Benar, saya William Tanuwijaya”
Panitia: “Saya pikir tadi William itu sudah bapak-bapak loh, taunya masih muda. Tadi malahan pas saya pertama lihat, saya pikir anak SMP loh”
Saya: “…” (cuma sanggup membalas dengan senyuman..)

Apa yang menarik dari percakapan diatas?

Seminggu ini adalah seminggu yang sangat sibuk untuk para pelaku ICT Indonesia, ada Indonesia ICT Award 2009 dan Bubu Awards v06 yang dilangsungkan dalam satu minggu yang sama. Ada conference, workshop, awarding night berlangsung selama hampir satu minggu penuh. Dan kesempatan ini membawa saya berkenalan dengan banyak pelaku ICT Indonesia baik yang sudah menorehkan prestasi luar biasa, hingga wajah-wajah baru yang kebanyakan diantaranya masih muda-muda.

Kumpulan pemuda kreatif Indonesia ini tanpa dikomandoi siapapun, berasal dari tempat dan latar belakang yang berbeda-beda, secara serentak mencoba berkarya dengan kreativitas mereka, membangun sebuah brand, sebuah industri, industri kreatifitas digital.

Ada yang membuat digital magazine, social media, video sharing, e-commerce, dan berbagai bidang industri kreatif lainnya dalam wujud sebuah dot-com. Ini mirip gerakan para pemuda-pemuda di Amerika yang dimulai lebih dari puluhan tahun yang lalu seperti Jerry Yang & David Filo (Yahoo!), Sergey Brin & Larry Page (Google) hingga Mark Zuckerberg (Facebook), Jack Dorsey (Twitter). Nama-nama tersebut berkarya dan membangun industri mereka saat mereka masih dibawah usia 30 tahun. Tentunya, semua hasil yang mereka raih tidak bersifat instant. Ada proses, perjuangan, dedikasi penuh selama bertahun-tahun hingga menuai hasil seperti saat ini.

Jika pemuda-pemuda Indonesia berani memulai seperti apa yang mereka mulai sepuluh tahun yang lalu, harapannya sepuluh tahun ke depan, kita bisa melihat industri top Indonesia tidak hanya lagi dari nama-nama pelaku pasar dari sektor industri manufacturing, energy, sumber daya alam, rokok, kertas, consumer-goods, minyak, media. Tapi sudah akan ada nama-nama baru dari sektor industri kreatifitias digital.

Rasanya tepat jika tahun ini disebut sebagai tahun kebangkitan industri kreatifitas digital Indonesia. Tema “The Rise of Digital Era” yang diusung Bubu Awards v06 dan tema “Kreatifitas Digital Membangun Bangsa” dari Indonesia ICT Award 2009 menjadi semangat kampanye yang sangat tepat.

Jakarta Convention Center,
Panggung Assembly Hall, 21:38 W.I.B.

Tangan saya sedang menggenggam kamera saku digital mengabadikan malam pengumuman tersebut, sedangkan mata saya tenggelam pada layar preview kecil di balik kamera.

Saya mewakili team Tokopedia, datang sebagai finalis malam itu hanya dengan maksud meramaikan suasana, karena tidak mungkin Tokopedia bisa memenangkan penghargaan tahun ini mengingat website tokopedia sebenarnya belum dilaunching untuk umum. Saat disubmit untuk lomba Indonesia ICT Award 2009 maupun Bubu Awards v06, website tokopedia masih dalam bentuk prototype html, kemudian saat penjurian masih dalam tahap demo version, sedangkan saat awarding night masih dalam tahap closed BETA version. Sementara para nominator lainnya adalah mereka-mereka yang sudah eksis sebagai content digital dot-com di tengah para netters Indonesia.

Belum lagi jajaran juri Bubu Awards v06 yang merupakan nama-nama besar dari manca negara, sementara agar hasilnya adil dan tidak bisa direkayasa, kepanitiaan penjurian dikomandani oleh PricewaterhouseCoopers.

Berhasil menjadi salah satu finalis / nominator untuk Indonesia ICT Award 2009 dan Bubu Awards v06 sudah merupakan kebanggaan luar biasa buat team Tokopedia.

Dan ketika Sarah Sechan mengumumkan sang pemenang,

Sarah Sechan: “And the winner is… TOKOPEDIA

Tiba-tiba sekeliling saya bergemuruh, dan saling mengucapkan “Selamat!” sambil mengajak berjabat tangan. Saya panik, tidak siap, dan luar biasa terkejut. Rasanya tidak mungkin, mustahil!

Moral story nya malam itu barangkali adalah, “Tidak ada yang tidak mungkin!” Semuda apapun diri kita, seprematur apapun karya kita, selama kita pupuk dengan penuh dedikasi, semangat, dan kerja keras; pengakuan dan penghargaan akan datang dengan sendirinya.

The Rise of Digital Era telah dimulai. Siapkah kita mengambil bagian didalamnya?

Membangun dinasti tokopedia – Part I: Karakter para kaisar

July 4, 2009

Ide blog tokopedia lahir dari hasil bincang-bincang soal viral marketing, dimana Leon punya keinginan agar Tokopedia juga merambah ke dunia blog dengan membuat tulisan secara rutin dan berkala tentang tokopedia. Tulisan yang dimuat bisa apa saja tentang Tokopedia mulai dari ide, sejarah, suka-duka, pengalaman, pemikiran; yang penting disajikan dengan jujur dan apa adanya.

Dimulai dari dua minggu lalu, blog tokopedia pun sudah mulai ditulis. Saat ini sudah terdapat trilogi sejarah Tokopedia dari latar belakang ide, asal usul nama, hingga perjuangan mencari pemodalan. Lantas apa topik untuk minggu ini?

Sore tadi selepas pulang dari penjurian babak II INAICTA award kami sempat berbincang singkat apakah ingin menceritakan tentang pengalaman Tokopedia mengikuti INAICTA award atau melanjutkan sejarah tokopedia? Akhirnya diputuskan kami akan menceritakan tentang pengalaman dan suka-duka kami membangun dinasti tokopedia terlebih dahulu

Membangun dinasti tokopedia

Part I: Karakter para kaisar

Mungkin karena sama-sama dilahirkan pada tahun ayam logam, saya dan Leon mempunyai banyak kesamaan, tidak hanya dari sisi pemikiran dan ide, tapi juga di sifat-sifat yang negatif seperti keras kepala, terlalu perfeksionis, ambisius, arogan, tidak sabaran, emosional, penuntut. Perbedaannya Leon lebih choleric-sanguine sementara saya lebih ke melancholic-choleric. Sebagian kelemahan dari sisi negatif kami tersebut membuat terkadang tidak mudah bekerjasama dengan kami dalam satu team.

Selama 2 tahun lebih, lewat pengalaman management kami di Indocom Group, kami belajar banyak sekali, termasuk dalam hal people management. Di masa lalu kami sering sekali tidak puas dengan performa team, merasa pekerjaan dilakukan terlalu lambat, hingga merasa pekerjaan tidak dilakukan dengan cara yang benar. Jiwa perfeksionis dan idealisme tinggi membuat kami berharap standard kerja paling tinggi dari setiap individu yang terlibat pada sebuah pekerjaan. Tuntutan itu pada akhirnya berbuah tidak positif ketika pada satu titik, tuntutan bisa berubah menjadi sifat menyalahkan. Akibatnya akan tercipta lingkungan kerja yang stressful, hingga employee turnover yang tinggi.

Sifat-sifat ini tentunya perlu ditekan seminimalis mungkin. Adalah YF yang memberikan wejangan bijaksana kepada kami dengan kalimat kurang lebih seperti ini:

“Menjadi sukses kuncinya terkadang tidak cukup lewat bakat dan ketekunan saja. Tidak jarang, kunci sukses juga terletak di kitanya ngikut siapa?” – YF

Pesannya barangkali adalah untuk membentuk kerajaan yang baik, harus dipimpin juga oleh raja yang baik. Jika ada employee yang bakatnya kurang tapi tekun, maka coba berdayakan dan arahkan ketekunannya ke arah yang lebih produktif. Sementara bagi yang berbakat tetapi tidak tekun, arahkan agar menjadi lebih tekun. Filosofinya, kunci sukses bisa jadi dimulai dari mengajarkan orang lain jalan untuk menjadi sukses juga.

Kami belajar banyak dari satu kalimat sederhana itu, dan kemudian mencoba menjadikannya filosofi dalam people management kami.

Hanya saja sebagai catatan kaki, mencoba realistis: Adalah human nature, sifat manusia itu esensinya mendasar. Jadi, buat yang sudah dan akan bekerja bersama kami, selalu pahami tiga hal berikut: “it’s in the blood”, “it’s never personal”, “just bear with it!”

Percayalah, bahkan saya dan Leon pun berdebat hampir setiap hari :P

Perjalanan mencari investor

June 27, 2009

Bisnis internet tidaklah pernah hanya sekedar pengembangan ide dalam wujud sebuah website, dan kemudian secara instan menjadi sukses besar. Logika dasar bisnis dimana “You have to spend money to make money” berlaku juga untuk sebuah bisnis internet dalam skala besar.

Dalam perjalanan Google misalnya, kedua co-founder nya Sergey Brin dan Larry Page sepanjang tahun 1998 berusaha mencari investor yang percaya akan ide mereka. Pada Agustus 1998, mereka baru berhasil mendapatkan cek pertama mereka sebagai modal awal sebesar 100 ribu US Dollar dari Andy Bechtolsheim, salah satu pendiri Sun Microsystems. Sebulan kemudian, pada tanggal 4 September 1998, Google, Inc. akhirnya didirikan dengan dana investasi total senilai 1,1 juta US Dollar. Tidak sampai satu tahun kemudian, pada tanggal 7 Juni 1999, Google, Inc. sudah mendapatkan investasi tambahan sebesar 25 juta US Dollar dari dua perusahaan modal ventura besar, Kleiner Perkins dan Sequoia Capital.

Berdiri pada tahun 2004, Facebook, Inc. mendapatkan investasi pertama mereka senilai 500 ribu US Dollar pada bulan Juni 2004 dari salah satu co-founder PayPal, Peter Thiel. Setahun kemudian Facebook sudah berhasil mendapatkan tambahan investasi senilai 12,7 juta US Dollar dari modal ventura Accel Partners, disusul 27,5 juta US Dollar tambahan lainnya dari Greylock Partners.

Satu kesamaan yang bisa kita lihat dari kisah sukses di balik Google & Facebook adalah mereka tidak hanya sekedar punya ide dan teknologi, tapi juga ada puluhan juta US Dollar dana investasi di tahun pertama perusahaan mereka berdiri.

Itulah sebabnya setelah menemukan ide, selain mencari nama untuk Tokopedia, sepanjang tahun 2008 kami sibuk mencari pihak yang percaya dengan ide tokopedia. Percaya dalam arti bersedia mencurahkan dana investasi besar-besaran untuk realisasi ide tokopedia, tidak hanya sebagai produk, tapi juga sebagai sebuah bisnis besar, sebagai sebuah industri.

Why Reinvent the Wheel?

Sepanjang tahun 2008, VF kemudian memperkenalkan kami kepada teman-teman pengusahanya. Dalam setiap kesempatan yang datang, saya dan Leon dengan semangat dan optimisme tinggi mempresentasikan ide Tokopedia, mulai dari latar belakang, studi pasar, perkembangan trend, hingga potensi bisnisnya.

Hanya saja, tidak satupun dari kesempatan tersebut mendapatkan tanggapan positif. Rata-rata menganggap ide pembuatan sebuah website ecommerce di Indonesia sudah sangat usang, dan sudah sering coba dilakukan pelaku pasar di masa lalu. Terutama ketika amazon dan ebay menjadi terkenal di dunia di akhir 90-an. Banyak pula yang mengingatkan soal dot-com bubble sepanjang 1998-2001 yang menjadi trauma para investor untuk berspekulasi di bisnis internet.

Adalah benar, bisnis internet adalah bisnis dengan spekulasi yang sangat tinggi. Karena yang dijual adalah ide, dimana BEP nya tidak bisa diharapkan dalam waktu yang singkat. Amazon yang berdiri sejak tahun 1994, e-commerce #1 di dunia pun baru mendapatkan revenue pertama mereka di tahun 2003. Artinya Amazon membutuhkan 9 tahun untuk mendapatkan net-income pertama mereka.

Ketika itu, dalam akhir satu pertemuan, Leon mengatakan kepada saya, tanggapan negatif yang muncul sebagian besar didasari pada pertanyaan “Why Reinvent the Wheel?” Buat apa lagi membuat dan mencoba memasarkan sebuah teknologi yang pada dasarnya sudah pernah dibuat? Bahkan sudah terbukti gagal oleh para pendahulu yang mencoba mengembangkan e-commerce di Indonesia?

Kami berdua sepemikiran ketika dilontari pertanyaan tersebut. Jika saja semua pelaku pasar berpikir seperti ini, maka Google dan Facebook misalnya tidak akan pernah lahir. Para co-founder Google juga mendapatkan kendala yang sama ketika mencoba mencari investor. Pasalnya sudah ada search engine pendahulu lewat Lycos di tahun 1994, Altavista dan Excite di tahun 1995. Bahkan kesemua pendahulu tersebut gagal dalam generate revenue / membuat model bisnis untuk produk search-engine mereka. Siapa yang menyangka Google, Inc. kemudian akan menjadi perusahaan internet paling besar di dunia?

Mark Zuckerberg, pendiri Facebook juga termasuk pihak yang berani reinventing the wheel; membuat sebuah website social-networking baru ketika sudah ada myspace yang lebih dulu populer di belahan Amerika?

Hingga akhir tahun 2008, tidak satupun calon investor yang kami temui memberikan telepon balik atau menjadwalkan meeting lanjutan. Hanya satu orang yang tidak pernah menyerah kepada kami berdua, VF lah orangnya. Secara berkala, di Sabtu pagi saya sering mendapatkan telepon dari VF yang mengajak saya berdiskusi soal ide-ide dan masa depan Tokopedia. Ketika calon investor lain mengeksploitasi kegagalan demi kegagalan yang sudah terjadi dalam bisnis internet di dunia, VF justru tidak berhenti melakukan riset tentang kesuksesan dalam bisnis internet dunia.

“The entrepreneur in us sees opportunities everywhere we look, but many people see only problems everywhere they look. The entrepreneur in us is more concerned with discriminating between opportunities than he or she is with failing to see the opportunities” – Michael Gerber

Misalnya satu ketika, beliau meminta saya mempelajari tentang rakuten. Saya belum pernah dengar tentang rakuten sebelumnya, dan ternyata rakuten adalah website nomor 5 yang paling sering dikunjungi orang Jepang (berdasarkan data Alexa), sebuah mall-online-shopping terbesar di Jepang, memiliki lebih dari 50 juta user teregistrasi, mempekerjakan sebanyak hampir 4.000 karyawan, merupakan salah satu dari 10 perusahaan internet terbesar di dunia, dan mencatat keuntungan lebih dari 1 milyar US dollar per tahun. Satu bukti konten-lokal dengan target hanya pasar lokal, ternyata bisa mencatatkan prestasi yang tidak kalah dari para pemain global dengan pasar dunia seperti amazon dan ebay.

Pada tanggal 6 February 2009, saya dan Leon menandatangani sebuah surat. Surat tersebut adalah Akte Pendirian PT. Tokopedia dengan komitmen dana yang cukup besar untuk mengembangkan Tokopedia selama bertahun-tahun. Adalah VF yang akhirnya maju menjadi investor tunggal untuk mendanai ambisi dan impian kami berdua.

Pada hari itu, di lantai 3 Rukan Permata Senayan E7 yang akan menjadi kantor PT. Tokopedia, hanya tersisa dua manusia, Leontinus Alpha Edison, dan William Tanuwijaya. Keduanya co-founder / direktur PT. Tokopedia, tanpa satu orang pegawaipun. Maka, perjalanan kami berikutnya pun dimulai. Sebuah misi mengumpulkan orang-orang dengan semangat yang sama untuk membantu kami membesarkan sebuah dinasti, dinasti Tokopedia.

Dibalik nama tokopedia

June 20, 2009

Memulai bisnis internet, biasanya tidak lepas dari perburuan nama domain. Karena nama domain biasanya sekaligus menjadi nama produk yang dipasarkan. Perjalanan tokopedia pun tidak lepas dari itu.

Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, pada awal lahirnya ide tokopedia, nama produk yang pertama tercetus adalah belanjaaman.com; dengan konsep menawarkan sistem “Belanja Aman” kepada para pelaku pasar transaksi jual-beli online di Indonesia. Nantinya katakan Nike membuka store di website tersebut, otomatis mendapatkan nama domain nike.belanjaaman.com. Harapannya, ketika membaca domain tersebut pengguna internet Indonesia langsung terbentuk mind-set “belanja aman produk nike di internet”. Ide tersebut luar biasa cheesy, sampai sayapun merasa malu untuk menceritakannya kembali :P

Leon dan YF tidak suka dengan nama domain tersebut, dan kamipun berusaha mencari sebuah nama yang orisinal. Nama pendek, tanpa arti, yang bisa dipasarkan dengan baik. Nama seperti Yahoo! atau Google.

Perjalanan mencari nama baru pun dimulai!

Dalam proses pencarian ide, apapun itu, saya paling banyak melakukannya di 2 aktivitas berikut:

Pertama, adalah (maaf) WC kantor. Saya pribadi percaya aktivitas ngeden berbanding lurus dengan peningkatan konsentrasi dan kreativitas. Bahkan, secara pseudo-science ini sudah terbukti lewat salah satu TV-Series populer Heroes. Salah satu tokohnya, Hiro Nakamura harus mengeluarkan ekspresi ngeden terlebih dahulu setiap ingin mengeluarkan kemampuan super nya. “Concentration & Creativity Booster” seperti itu tentunya sangat saya butuhkan. Apalagi, jika dipadukan dengan rangkaian chemistry yang terbentuk dari kelegaan melepaskan bagian-bagian makanan yang tidak lagi dibutuhkan oleh tubuh! Jackpot!

Nah, sepanjang tahun 2008 setiap saya ngeden di WC kantor, saat-saat itu tidak jarang, ada sekelebat ide yang lewat. Salah satunya adalah kopaja.com. Kopaja – toko apa saja, jualan apa saja! Buru-buru saya bersemangat mengutarakan ide ini kepada Leon. Tidak tega melihat antusiasme berlebihan saya, dengan sabar dan hati-hati, Leon pun memberikan saya pencerahan, bahwa:

  1. Kopaja itu nama koperasi, Koperasi Angkutan Jakarta. Bisa dituntut nantinya.
  2. kopaja.com juga sudah teregistrasi. Jadi kalaupun bukan nama koperasi, ga bisa dipakai.

Setelah ide kopaja yang gagal, sempat terbersit ide dari (ntah Leon / Albert) soal nama indowebstore.com. Hanya saja takut disalah artikan sebagai produk dari PT. Maxindo Mitra Solusi yang sudah sangat populer di tanah air, indowebster. Jadinya kami pun terus berputar otak mencari nama yang lebih sesuai.

Tempat kedua mencari ide, adalah dalam perjalanan pulang kantor naik ojek langganan. Yang kenal saya secara pribadi, pastilah tahu saya adalah seorang yang tidak memiliki sense-of-direction. Jika ditinggal di tengah kota Jakarta, selain di mal-mal besar yang ada blue-bird nya, saya pasti tidak tahu cara untuk pulang.

Sebenarnya penyebab terbesar saya tidak mempunyai sense-of-direction yang baik, karena setiap di jalan, saya tidak pernah memperhatikan jalan. Pikiran otomatis melamun, menerawang jauh kemana-mana.

Di tempat kedua inilah pada akhirnya ide nama Tokopedia itu datang. Idenya, website e-commerce ini diharapkan menjadi ensiklopedia toko-toko online di Indonesia. toko + ensiklopedia = tokopedia. Catchy!

Sesampai di rumah saya langsung memeriksa domain tokopedia. Semua masih available, baik .com, .net, .org, .info, dan seterusnya. Besoknya saya langsung mengutarakan ide soal tokopedia, hanya saja ada kekhawatiran dari team, terkesan plagiat dan kurang orisinal. Pasalnya, sudah ada wikipedia yang luar biasa populer.

Search Engine Killed the Domain Name Star

Setiap hari di belahan dunia manapun, ada ribuan orang dengan ide-ide baru yang mengukuhkan idenya dengan cara reserve nama domain. Khawatir nama domain tokopedia di klaim oleh pihak lain, akhirnya pada tanggal 30 Mei 2008, kami membeli nama domain tokopedia.com untuk berjaga-jaga sembari mencari nama ide baru.

Di dunia, sempat populer istilah “video killed the radio star”. Di dunia internet, ada istilah “search engine killed the domain name star”. Apa maksudnya?

Ketika bisnis dot-com meledak di tahun 90-an, banyak sekali spekulan domain yang pekerjaannya berburu domain untuk kemudian dijual kembali dengan harga mahal ketika ada perusahaan dengan ide yang membutuhkan nama domain tersebut. Hal ini sebenarnya masih terjadi sampai detik ini. Hanya saja setelah era Google lahir, peralihan trend pengguna internet dalam mencari informasi pun berubah. Dulunya, nama domain sangat vital, karena banyak sekali orang yang menginput nama domain untuk mencoba melihat apa isi websitenya. Setelah Google lahir, trend pencarian informasi berubah. Orang mencari informasi yang dibutuhkan, dan apapun nama domainnya asal isi contentnya relevan, orang akan mengunjunginya. Jika dianalogikan dengan dunia nyata, restoran, asal menunya enak, mau di dalam gang kecil pun tetap dicari orang.

Dengan filosofi restoran itu, akhirnya kami pun siap maju dengan nama Tokopedia. Seperti restoran dalam gang, dimana masakan yang enak lah yang dijual, bukan lokasi restorannya; maka di Tokopedia, biar isi content nya lah yang menjadikan tokopedia terkenal nantinya, bukan nama domainnya.

Every end is a new beginning!

June 20, 2009

Akhir tahun 2007, warteg samping Cyber Building, Jakarta Selatan

Saya sedang menikmati makan siang bersama Leon, Albert, dan Andry. Saat itu saya bekerja sebagai IT & Business Development Manager; Leon sebagai General Manager; sementara Albert dan Andry sebagai web developer di Indocom Group.

Sehari-hari kami bekerja mengembangkan aplikasi sms content, sms broadcasting, dan juga beberapa website pesanan. Ketiga gerak bisnis tersebut kebetulan sedang struggle, hidup tidak, matipun enggan.

Buat yang belum tau beda antara SMS Content dengan SMS Broadcasting, perbedaannya sebagai berikut:

  1. SMS Content itu SMS berlangganan dimana biaya dikenakan ke penerima SMS. Contohnya SMS REG spasi SOMETHING yang sempat sangat banjir di tayangan televisi; atau juga SMS-SMS yang bersifat quiz, polling, dan sejenisnya.
  2. SMS Broadcasting adalah SMS berisi informasi, dimana biayanya dikenakan ke pengirim SMS. Contohnya SMS informasi discount dari kartu kredit, SMS informasi dari BANK, dan sejenisnya.

Setiap bulannya bisnis SMS Content harus mengejar komitmen 100 juta rupiah revenue sms / bulan, dengan 50% otomatis menjadi jatah operator. Apabila revenue di bawah itu, otomatis terkena penalty, dimana 50 juta sudah pasti menjadi hak milik dari operator. Belum lagi menghitung biaya iklan yang harus dikeluarkan setiap bulannya. Fakta banyaknya yang bermain di bisnis sejenis membuat kue kecil dibagi rame-rame, dimana pada akhirnya yang untung sebenarnya hanya operator selular dengan regulasi yang kurang sehat.

Nah, waktu makan siang seperti itu sering kami gunakan sebagai waktu brainstorming. Brainstorming kami pada waktu itu tidak jauh dari apa yang harus kami lakukan untuk menolong perusahaan survive di tengah struggle tersebut. Leon mengajak kami untuk lebih bersemangat lagi mencari client untuk produk SMS Broadcasting lewat telemarketing semampu kami, karena prospek SMS Broadcasting memang lebih baik dari prospek SMS Content. Atau coba gali ide untuk mengembangkan website lain. Waktu itu Leon mengutarakan ide untuk membuat website untuk komunitas musik, atau website untuk share lagu dengan cara yang legal.

Dibanding SMS Content, SMS Broadcasting punya prospek yang lebih baik, pasarnya jelas, dan kebutuhannya ada. Sepanjang 2008 nantinya, saya bersama Leon berusaha mati-matian survive lewat bisnis SMS Broadcasting ini. Hanya saja saya juga menyadari keterbatasan saya yang bukan seorang people person, oleh karenanya saya juga memilih mencoba alternatif pengembangan website, dibanding melakukan telemarketing untuk SMS Broadcasting.

Pada waktu itu saya kebetulan mendapatkan order side-job mengembangkan sebuah website e-commerce. Dan sebenarnya dari masa ke masa banyak sekali order sidejob yang beredar seputaran pengembangan website e-commerce. Wajar, karena pada satu titik tertentu, bisnis offline memang harus berkembang merambah pasar online yang sedemikian luasnya. Hanya saja, side-job side-job tersebut terpaksa saya tolak semua karena memang tidak ada waktu. Saya memilih konsentrasi penuh mengembangkan Indocom Group.

Saat itu saya juga dipercaya sebagai Super Moderator di salah satu forum besar Indonesia. Dan dalam komunitas forum tersebut, salah satu yang paling besar adalah komunitas Jual Beli nya. Hanya saja dalam aktivitas jual-beli lewat forum tersebut, tidak jarang terjadi kasus penipuan. Si korban biasanya mengirimkan pesan pribadi kepada saya untuk meminta pertolongan. Karena fungsi forum pada dasarnya adalah sebagai wadah untuk berdiskusi, bukan wadah untuk bertransaksi online, sayapun tidak bisa membantu banyak selain menasehati untuk lebih berhati-hati dalam bertransaksi online di masa akan datang.

Kombinasi antara kebutuhan dan masalah tersebut, membuat saya menyadari bahwa pasar e-commerce di Indonesia sebenarnya sudah berjalan. Terbersit ide, bagaimana jika ada sebuah website dimana pengunjung bisa membuat website mereka sendiri? Sebuah website yang dilengkapi dengan fungsi transaksi-online dengan mekanisme transaksi yang aman? Ini akan menjadi jawaban untuk semua masalah tadi.

Ide ini kemudian kami bahas di makan-makan siang berikutnya, dan pada akhirnya menyempit menjadi dua ide. Ide mengembangkan website download musik terinspirasi keberhasilan napster, atau ide mengembangkan website commerce terinspirasi keberhasilan amazon. Keduanya sudah booming di dunia sebelum memasuki tahun 2000. Amazon mulai dari tahun 1995, sementara Napster di tahun 1999. Keduanya sekilas seperti ide usang, jauh dari ide orisinil, tapi kami yakin jika dikemas dan disesuaikan dengan habitat pengguna Indonesia, bisa menjadi produk yang luar biasa.

Akhir tahun 2007, di review tahunan kemudian kami membuat presentasi yang intinya mengajak board of directors untuk mempertimbangkan penutupan bisnis SMS Content yang sudah tidak sehat, fokus di SMS Broadcasting, serta mencoba pengembangan area bisnis baru lewat sebuah website yang waktu itu saya namakan belanjaaman.com. Idenya website ini selain dilengkapi fitur transaksi online yang mumpuni, juga dilengkapi fitur interaksi yang terdapat pada situs jejaring sosial pada umumnya. Sementara di sisi bisnisnya diperlukan brand-awarness untuk membuat belanjaaman.com sebagai wadah e-commerce yang diingat pelaku transaksi online di Indonesia sebagai web commerce yang dikelola dengan serius. Untuk itu tentunya dibutuhkan komitmen dana yang besar, karena bisnis internet pada umumnya tidak akan langsung menghasilkan dalam beberapa tahun pertama.

Point-point review tersebut disetujui, board of directors memutuskan untuk tidak melanjutkan bisnis SMS Content, dan akan fokus di bisnis SMS Broadcasting untuk tahun 2008. Sementara untuk ide belanjaaman.com, BOD meminta proposal pematangan ide nya, business plan dan proyeksi kebutuhan dananya untuk mencari investor. Sepanjang tahun 2008, Leon dan saya kemudian akan fokus mati-matian memperjuangkan 2 hal tersebut, yang akan diceritakan di jurnal blog lainnya.

Di Indocom Group saya belajar banyak hal, salah satu paling penting adalah semangat pantang menyerah; tapi juga harus tahu kapan saatnya mundur dari sebuah medan peperangan yang sudah tidak mungkin dimenangkan. Saat menjalankan bisnis SMS Content misalnya di akhir tahun 2006, kami pernah mengadakan satu quiz dengan total dana sebesar 2 Milyar rupiah untuk masa waktu quiz hanya sekitar 4 bulan. Quiz tersebut gagal generate revenue, dan kami merugi total. VF, investor kami pada waktu itu datang di review-meeting waktu itu, beliau mengatakan kurang lebih seperti ini, “Anggap 2 Milyar ini sebagai biaya pelajaran kita, ke depan kita harus lebih baik, dan benar-benar belajar dari kegagalan ini. Kali ini kita gagal, tapi kita jadi lebih maju karena kita sudah lebih berpengalaman.” Hanya orang dengan semangat entrepenuership sejati yang bisa dengan tenang menyadari kegagalan, dan bahkan menjadikannya sebagai pembelajaran.

“Making your mark on the world is hard. If it were easy, everybody would do it. But it’s not. It takes patience, it takes commitment, and it comes with plenty of failure along the way. The real test is not whether you avoid this failure, because you won’t. it’s whether you let it harden or shame you into inaction, or whether you learn from it; whether you choose to persevere.” – Barack Obama

Maka, akhir 2007, satu kegagalan disadari untuk satu pelajaran baru. Seperti siklus kehidupan, ada yang mati (bisnis sms content ditutup), ada yang menjadi dewasa (fokus survive di sms broadcasting), dan selalu ada yang baru lahir (mempertimbangkan ide belanjaaman.com).

Perjalanan tokopedia (belanjaaman) pun dimulai walau masih pada tataran ide, business plan, dan perjuangan mencari investor. Every end is a new beginning!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.